Muka Terbaru Android Tablet Dari Korea Utara

i k l a n


30152-fakta-tentang-kanker-kulit-122652

02

Korea Utara pun telah memiliki produk tablet sendiri, seperti yang dibawa oleh seorang turis yang menyempatkan diri berjalan-jalan ke negara komunis tersebut dan membungkus oleh-oleh berupa tablet bermerk Samjiyon.

Sebagaimana diberitakan PC World, Samjiyon adalah produk tablet ketiga yang dipasarkan di Korea Utara.

Pertama kali diperkenalkan September tahun lalu (2012) di pameran dagang di ibukota Korea Utara, Pyong Yang, tablet Samjiyon sempat diliput oleh media massa negeri tersebut. Tapi, sebelumnya, hanya sedikit orang di luar penduduk Korea Utara yang pernah memegang tablet itu.

Michael, turis yang meminta hanya disebut nama depannya karena alasan keamanan ini mengaku melihat tablet tersebut di sebuah toko suvenir usai makan siang di Pyong Yang. Dia tak menyangka diperbolehkan membawa pulang perangkat tersebut.

“Saya bercanda menanyakan apakah tablet itu bisa dibeli. Alangkah terkejutnya saya ketika si penjaga toko menjualnya seharga 200 dollar AS,” tutur Michael. Meski kedengarannya cukup terjangkau, harga itu masih berada di luar jangkauan kebanyakan warga Korea Utara yang memiliki penghasilan bulanan kurang dari 100 dollar AS.

Canggih?

Menurut Michael yang memakai sejumlah tablet Android dalam pekerjaannya, Samjiyon termasuk cukup canggih untuk ukuran sebuah perangkat mobile. “Soal kecepatan respons dan kinerja, tablet ini bisa bersaing dengan produk-produk yang memimpin pasar,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa ia tak menjumpai lag berarti ketika menjalankan aplikasi, termasuk saat bermain game Angry Birds yang sudah terpasang di tablet itu.

Samjiyon ditenagai prosesor 1,2 GHz dan pilihan media penyimpanan 8GB atau 16GB. Layarnya berukuran 7 inci dengan resolusi 1024×768. Sebuah kamera 2 megapixel melengkapi deretan hardware perangkat ini.
Adapun sistem operasi yang dijalankan adalah Android versi 4.0.4 (Ice Cream Sandwich). Tetapi layanan-layanan standar Google yang biasanya ditemukan di perangkat Android seperti Gmail dan YouTube tak hadir di sini.

Kalaupun ada, mungkin tak akan ada banyak gunanya pula karena Korea Utara tidak memiliki sambungan internet ke jaringan internasional. Yang tersedia adalah intranet skala nasional yang diatur ketat oleh pemerintah. Negeri ini memang terkenal menerapkan macam-macam peraturan untuk mengisolasi warganya dari dunia luar.
Materi edukasi turut disediakan oleh Samjiyon, termasuk buku digital tentang musik, komputer, matematika, dan pelajaran sejarah revolusi seperti cerita masa kanak-kanak Kim Il Sung, bapak pendiri Korea Utara.

Ada pula sebuah TV tuner yang kompatibel dengan sistem penyiaran analog Korea Utara yang di-setel untuk dua saluran televisi di Pyong Yang. Pengguna tak bisa memilih frekuensi lain, boleh jadi untuk mencegah tertangkapnya siaran luar negeri seperti dari China atau Korea Selatan.

Tablet Samjiyon kemungkinan besar diproduksi oleh negara lain di luar Korea Utara. Industri teknologi negeri tersebut memang berfokus pada pengembangan perangkat lunak. Korea Utara juga diduga tak memiliki kemampuan memproduksi perangkat keras komputer.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Advertisement

Comments are closed.